Wednesday, July 8, 2015

Cerita Remaja - Hentikan Sekarang Jika Gaya Pacaran Anda Seperti Ini

Cerita remaja Indonesia di zaman sekarang terkadang cukup memprihatinkan. Sebenarnya, seperti apa cerita remaja yang hidup di zaman modern seperti saat ini? Cerita remaja memang dipenuhi dengan berbagai masalah seperti masalah percintaan, masalah pergaulan, masalah pendidikan, bullying, dan lain sebagainya.

Cerita remaja masa kini sangat wajar dipenuhi dengan berbagai masalah sebab masa remaja adalah masa transisi. Masalah-masalah tersebut terkadang dianggap remeh oleh sebagian kalangan. Misalnya, di Jepang ada remaja yang mencoba bunuh diri karena masalahItu lah gambaran kecil dari cerita kehidupan remaja masa kini. Ingin tahu apa saja fenomena cerita remaja masa kini? Ini dia ulasan lengkapnya.

Cerita Remaja Masa Kini tentang Seks Bebas 

Cerita nyata soal seks bebas di kalangan remaja memang sangat memprihatinkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di kota-kota besar di Indonesia, ada sekitar 20 sampai 30 persen remaja yang mengaku sudah melakukan hubungan seks di luar nikah. Bahkan, perilaku seks yang menyimpang tersebut terus berlanjut sampai ke jenjang pernikahan.

Ancaman gaya hidup seks bebas di kalangan remaja, baik itu yang terjadi di penginapan ataupun di kos-kosan, sepertinya berkembang semakin meluas dan serius. Remaja yang melakukan seks bebas dari tahun ke tahun jumlahnya semakin meningkat. Pada era 1980-an, tercatat seks bebas sekitar lima persen dan meningkat menjadi dua puluh persen pada 2000.

Para pelaku seks bebas ini rata-rata berumur antara 17 sampai 21 tahun. Sebagian besar dari mereka masih berstatus sebagai pelajar di tingkat SMU dan mahasiswa. Tapi dalam sejumlah kasus, banyak juga terjadi pada anak yang masih bersekolah di SMP.

Secara tidak langsung, perilaku seks bebas ini berpengaruh juga pada jumlah aborsi. Remaja wanita yang hamil setelah melakukan seks bebas cenderung melakukan aborsi karena memang kehamilannya tidak diinginkan dan direncanakan oleh mereka. Dari sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia, 15 sampai 20 persen di antaranya dilakukan oleh remaja.

Selain itu, masalah lain yang muncul akibat seks bebas di kalangan remaja adalah munculnya berbagai penyakit menular seksual seperti sipilis, GO (ghonorhoe), dan HIV/AIDS. Penyakit yang sering muncul adalah GO (ghonorhoe).

Lalu, apa solusi untuk mengatasi masalah seks bebas para remaja? Selain pendidikan agama, dieperlukan juga pendampingan orangtua dan selektivitas dalam memilih teman. Terkadang, para remaja cenderung lebih terbuka kepada teman dekat atau sahabatnya daripada orangtua sendiri.
Selain itu, pencegahan lainnya adalah memberi pengetahuan kepada para remaja soal pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah. Pendidikan kesehatan reproduksi ini tentunya bukan berisi pendidikan seks yang vulgar.

Pendidiakn kesehatan reproduksi yang diberikan kepada para remaja tidak sekadar menginformasikan tentang organ reproduksi, tetapi juga bahaya akibat seks bebas seperti penyakit menular seksual, aborsi, dan lain sebagainya. Dengan pendidikan seperti ini, diharapkan para remaja akan terhindar dan terbebas dari perilaku seks bebas.

Cerita Remaja tentang Gaya Pacaran Masa Kini

Masa remaja merupakan masa-masa terindah sekaligus masa kehancuran. Segala sesuatu yang menyenangkan tak selamanya berakhir indah sebab mungkin saja berakhir dengan kehancuran. Contohnya seks bebas seperti yang dibahas sebelumnya.
Nah, perilaku seks bebas ini mungkin saja berawal dari gaya pacaran di kalangan remaja sebab tak jarang aktivitas berpacaran ini berujung dengan seks bebas. Ya, fenomena berpacaran di kalangan remaja Indonesia banyak mengandung unsur penyimpangan. Apa saja tren berpacaran yang dianggap menyimpang? Berikut ini ulasannya.

Hobi Berpacaran di Tempat Gelap dan Sepi

Subjudul di atas sudah sangat jelas mengarah kepada hal-hal negatif dan memang seperti itu lah kenyataannya. Para remaja masa kini lebih suka berpacaran atau berkencan di tempat gelap dan sepi sebab di tempat seperti itu tak akan ada orang yang mengganngu acara “bermesraan” mereka. Di sinilah, setan akan membujuk mereka untuk berbuat nista, salah satunya seks bebas.

Gaya berpacaran seperti ini sudah jelas-jelas tidak sehat dan sangat berbahaya. Sebenarnya, berpacaran itu tidaklah dilarang asalkan dilakukan sesuai dengan aturan atau berpegang teguh pada nilai moral, budaya, dan agama.

Bila memang kaum remaja pria berniat melakukan hubungan yang serius dengan pacarnya, lakukanlah pacaran yang sehat seperti berpacaran di rumah si wanita. Dengan begitu, tak akan muncul kecurigaan dari orangtua. Selain itu, para orangtua pun mudah memantau aktivitas anak jika berpacaran dilakukan di rumah sehingga hal-hal negatif tidak akan terjadi.

Hobi Berpacaran di Kamar

Selain di tempat gelap dan sepi, para remaja pun sering berpacaran di kamar, baik itu di kamar kos ataupun di kamar pribadi. Berpacaran di kamar merupakan aktivitas favorit untuk bermesraan. Tak jauh berbeda dengan di tempat gelap, pikiran-pikiran negatif akan mendominasi jika sepasang remaja memadu kasih di kamar dan ujung-ujungnya adalah seks bebas.

Mempersembahkan Keperawanan

Bukan hal yang aneh jika remaja wanita kini banyak yang sudah tidak perawan walaupun statusnya belum menikah. Jika statusnya menikah, wajar saja seorang remaja wanita sudah tak perawan lagi. Kewajaran tersebut kini sudah berubah sebab remaja wanita yang mempersembahkan keperawannya di luar nikah dianggap sudah wajar di kalangan mereka.

Fenomena ini tidak lagi dianggap tabu, tetapi justru kini menjadi tren. Ya, banyak remaja wanita yang rela mempersembahkan keperawanannya sebagai tanda cinta dan kepercayaan kepada pasangannya. Wanita seperti ini sangatlah bodoh sebab memberikan hal yang begitu istimewa secara cuma-cuma.  Jadi, secara umum, gaya berpacaran yang telah dibahas tersebut semuanya berujung pada seks bebas.

Cerita Remaja Masa Kini tentang Bullying

Di samping malasah seks bebas dan gaya berpacaran yang menyimpang, masalah dan kekerasan di sekolah pun menjadi bagian cerita remaja masa kini. Korban pun terus berjatuhan akibat aksiini, baik itu korban fisik, korban psikis sampai korban jiwa.

Dalam kehidupan remaja, khususnya dalam dunia pendidikan, masih dianggap sebagai momok menakutkan. Di banyak sekolah, aksi kriminal dan tidak terpuji ini masih sering dilakukan. Bahkan, sudah menjadi tradisi yang diwariskan kepada siswa-siswa baru.

Aksi Bullying tidak bisa dianggap remeh sebab berdampak secara fisik, psikis, dan sosial terhadap si korban. Selain prestasi belajar menurun tajam, aksi kriminal ini pun mengakibatkan dampak fisik seperti migraine dan kehilangan nafsu makan. Para korban juga sangat rentan berubah menjadi seorang pencemas, mengalami depresi, serta menarik diri dari pergaulan. Bahkan, dalam tingkatan yang lebih ekstrem, ada korban yang sampai melakukan pembunuhan.

Fenomena ini tentunya sangat memprihatinkan. Sekolah yang sebenarnya menjadi tempat belajar dan bermain, berubah menjadi tempat yang mengerikan bagi pelajar korban. Bahkan, nyawa pun bisa terancam. Sekolah yang harusnya dijadikan tempat untuk memperbanyak teman, justru berubah menjadi tempat mencarai musuh.

Walaupun berdampak sangat buruk, ternyata tak mudah menghentikan aksi bullying. Hal ini karena di korban merasa tak sedang mengalami perlakuan bullying. Selain itu, mungkin juga karena lingkungan sekolah dan sekitarnya menganggap aksi bullying itu sebagai aksi yang wajar.

Lalu, seperti apa pencegahannya?

Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah membuat undang-undang. Dukungan dan perhatian orang-orang di sekitar pelaku bullying pun sangat penting agar hal ini tidak terjadi, khusunya para guru dan orangtua. Para korban juga jangan takut melapor jika mengalami bullying.

Nah, itulah cerita-cerita remaja masa kini yang cukup memprihatinkan dan berdampak buruk bagi masa depan mereka. Semoga cerita remaja milik anak Anda jauh dari hal-hal seperti ini.

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan komentar Anda