Sunday, July 5, 2015

Kelebihan dan Kelemahan Investasi Properti

Properti dapat menjadi salah satu pilihan investasi bagi individu terutama memiliki dana besar. Menyewakan apartemen dan memiliki rumah dinilai dapat memberikan imbal hasil menarik. Lalu apa saja yang diperhatikan ketika ingin berinvestasi di properti?
Ada faktor utama jadi kunci ketika berinvestasi di properti. Faktor utama itu adalah lokasi. "Hal penting diperhatikan yaitu lokasi. Jadi lokasi tadi ke depan mau berkembang seperti apa? Lokasi tadi dekat dengan sarana umum, dan ketiga prospek ke depan.
Investasi properti juga memperhatikan waktu dan aset yang dikembangkan. Pertama, bila seseorang membeli apartemen memang sebaiknya disewakan. Dengan penyewaan apartemen mendapatkan pendapatan per bulan. Ketika apartemen itu untuk ditinggali maka itu salah. Kenapa? Kita membeli aset terus turun karena itu bangunan bukan tanah. 
Apabila investasi jangka panjang maka sebaiknya membeli landed house. Jadi yang meningkat itu nilai tanahnya.
Investasi properti masih menarik ke depan terutama di daerah bertumbuh. "Properti masih menarik karena valuenya selalu tinggi. Di Indonesia dari Sabang sampai Merauke naik 12 persen. Di Jawa itu bisa 20 persen sampai 50 persen setiap tahun. Di daerah tertentu bisa naik 60 persen terutama daerah yang bertumbuh.
Meski demikian, mengingatkan soal risiko investasi properti. Aset properti memang tidak mudah dijual seperti emas dan reksa dana, bahkan mencairkan deposito. Penjualan aset properti membutuhkan waktu dan keahlian untuk melepas properti terutama ketika harga properti itu sudah mahal.
Oleh karena itu, investasi properti bukan lah investasi likuid. "Artinya ketika masuk ke situ bersiap uang tadi ditanam agak lama disitu walaupun nilainya terus naik bukan berarti langsung dinikmati. Baru dijual maka bisa dinikmati. Jadi perlu dana idle khusus untuk seperti itu.
Selain itu, properti juga berkaitan dengan kecocokan seseorang terhadap lokasi dan lingkungan. "Kalau tidak cocok maka tidak ada yang beli. Selain itu perhatikan kemampuan orang beli. Kalau harga terlalu tinggi artinya pasar jadi semakin sempit.

0 komentar:

Post a Comment

Tinggalkan komentar Anda